Tidak Suka Jokowi Bukan Berarti Tidak Suka Baca Buku Tentangnya

jokowi

Setelah kemarin aku posting hasil resensi buku Jokowi, banyak yang protes. Padahal buku tersebut termasuk buku lama dan bukanlah salah satu buku best seller saat itu.

Apa yang membuat perbincangan terlalu seperti didramatisir? Ya, tidak lain tidak bukan, karena tokoh dalam buku tersebut. Dia, Joko Widodo, Presiden RI 7.

Mungkin masih belum dapat berpaling dari kebencian akan sosok Jokowi, walau tak dapat dipungkiri beliau saat ini adalah seorang Presiden RI 7.

Mengapa masih mempermasalahkan yang seharusnya bukan lagi saatnya untuk dipermasalahkan? Tidak kah kita dapat menghormati beliau, meski hanya menghargainya sedikit saja.

Aku bilang menghargai dan menghormati beliau, karena tidak dapat dipungkiri beliau adalah seorang Presiden, yang artinya pemimpin tertinggi atau sebagai kepala negara. Pengertian negara adalah kumpulan dari masyarakat, masyarakat kumpulan individu, individu tersebut merupakan bagian dari keluarga masing-masing.

Penjelasan tersebut menjelaskan bahwa, sudah pantas dan selayaknya lah seorang pemimpin dihormati, apalagi pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia. Baik dari orang-biasa sampai para pejabat di pemerintahan, tidak ada salahnya jika menghormati beliau.

Ambil contoh yang lebih gampang, misal tidak perlu terlalu jauh sebagai presiden, sebagai orang tua saja. Tidak kah seorang anak berkewajiban menghormati orangtuanya? Atau tidak usah sebagai orang tua sendiri, anggap orang lain dan tua yang dimaksud “hal lain”.

Apakah salah jika menghormati orang yang lebih tua, tidak bisa kah lebih menghargainya? Hal lain maksudnya adalah, baik karena usia, karena jabatan, karena kedudukan, atau sebagai orang yang benar-benar sudah tua, ataupun orang yang dituakan.

    Jika dipaksa harus membenci, sejujurnya aku juga bisa benci!

  1. Aku benci mengapa banyak orang memuja Jokowi, bahkan terkesan seperti mendewakannya?
  2. Aku benci kenapa harus dia yang menjadi presiden, apakah tidak ada lagi orang-orang terbaik atau yang pantas menjadi pemimpin Negara Indonesia saat ini selain dia?
  3. Aku benci mengapa sejak Jokowi menjadi presiden, banyak penduduk Warga Negara Indonesia yang membenci pemimpin negaranya sendiri?

Apakah ada yang dapat mencoba bantu mencari jawaban ini? Atau adakah yang dapat mengaku lebih baik dari dia? Jika Anda orangnya, apa buktinya? Apakah ada bukti yang bisa Anda berikan sebagai pegangan bahwa Anda lah orang itu, yang mengaku sepatutnya menjadi pemimpin di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Aku tidak perlu mencarikan bukti apapun untuk Jokowi, karena menurut hasil pemilihan yang lalu telah terbukti secara sah dan meyakinkan banyak warga negara Indonesia yang menginginkan Joko Widodo menjadi Presiden.

Tidak lah pantas aku menasehati apalagi menggurui kamu sebagai pembaca tulisan ini untuk mengajari berpikir lebih baik lagi, atau mencoba berpikiran positif terhadap hal apapun. Karena akupun yakin dengan bersedianya kamu membaca tulisan ini sampai akhir baitnya merupakan salah satu hal positif yang positif juga.

Jika masih kurang, aku akan menambahkan beberapa tulisan atau ilustrasi yang bukan tulisanku. Aku hanya mengutipnya saja, bahkan akupun tidak tau siapa penulis asli tulisan berikut. Karena menurut informasinya, Ibu Hsu Monica dan Mba Hetty Oktaviana juga mengutip tulisan ini dengan tujuan berbagi.

Yang pasti, akan lebih baik juga jika aku membagikan tulisan yang baik kepada orang yang ingin menjadikan hidupnya lebih baik lagi.

balon motivasi

Oleh: Hsu Monica
Pada sebuah Seminar yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta. Tiba-tiba sang Motivator berhenti memberikan Materinya dan mulai memberikan balon kepada masing-masing peserta.

Para peserta diminta untuk menuliskan namanya, pada Balon yang mereka terima dengan menggunakan Spidol. Kemudian semua balon dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam ruangan lain.

Kemudian, semua peserta seminar diminta masuk ke ruangan yang penuh balon dan diminta untuk menemukan balon yang telah tertulis nama mereka. Mereka hanya diberi waktu 5 menit.

Semua orang panik mencari nama mereka. Bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang di sekitarnya, sehingga terjadi kekacauan. Waktu 5 menit sudah usai, tetapi tidak seorangpun yang bisa menemukan balon dengan nama mereka masing-masing.

Kemudian, Motivator meminta mereka masing-masing untuk mengambil sembarang balon dengan acak dan memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di balon itu.

Dalam beberapa menit kemudian semua peserta seminar sudah memegang balon dengan Nama mereka sendiri.

Akhirnya sang motivator berkata,..
“Kejadian yang baru saja terjadi ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri,…
Tidak peduli dengan orang lain,…
Sama halnya ketika mencari balon dengan nama mereka sendiri,…
Dan banyak yang gagal.

Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika memberikan balon kepada pemiliknya,…
Ketika memberikan kebahagiaan kepada orang lain, dengan saling tolong monolong,…
Peduli dengan orang lain, dan tidak egois.”

Friends,…
Kebahagiaan kita terletak pada kebahagiaan yang kita berikan kepada orang lain.

Memberikan kebahagiaan kepada orang lain, maka kita akan mendapatkan balasan kebahagiaan kita sendiri.
***

handphone

Oleh: Hetty Oktaviana
“Bro, aku lagi butuh 500 ribu, penting banget, darurat. Please, tolong pinjami aku dulu”.

Sahabatnya membalas: “Tunggu barang setengah jam ya bro, insya Allah nanti aku transfer”.

Sudah lewat dari 1/2 jam . . satu jam . . tapi sahabatnya tidak juga memberi kabar. Ketika ditelpon pun ternyata HP nya tidak aktif.

Ia pun mengirim SMS : “Selama ini aku tidak pernah mengecewakanmu bro. Tapi kenapa sekarang engkau lari dariku?! Apa salahku?!”

Setelah dibaca, sahabatnya menelpon kembali dan berkata:
“Astaghfirullah, semoga Allah mengampunimu, Aku tidak bermaksud mematikan HP untuk lari darimu. Aku mematikan HP karena aku sedang menjual HPku untuk membantu kebutuhanmu. Lalu, dari sisa penjualan, aku belikan HP second yang murah agar bisa menghubungimu”.

Sahabat …
Manusia hari ini suka berprasangka karena lingkungan yang suka mempengaruhi…

Ada sangkaan baik…dan ada sangkaan buruk…

Orang rajin beribadah disangka riya;
Orang yang bersantai disangka malas;
Orang yang pakai baju baru disangka pamer;
Orang yang pakai baju buruk disangka tidak hormat;
Orang makan banyak disangka rakus;
Orang makan sedikit disangka “diet” ketat;
Orang baik disangka buruk;
Orang buruk disangka baik;
Orang tersenyum disangka mengejek;
Orang masam disangka menyindir;
Orang mengkritik disangka mengumpat;
Orang diam disangka menyendiri;
Orang menawan disangka pakai susuk;
Orang sering ikut kajian/ta’lim dianggap kelompok aliran macam-macam..
Orang sering share dakwah/tausiyah disangka sok alim dan sok paling tau agama..

Siapa tahu..
Yang diam itu karena berzikir kepada Allah;

Siapa tahu…
Yang tersenyum itu karena bersedekah;

Siapa tahu…
Yang bermuka masam itu karena mengenangkan dosa-dosanya;

Siapa tahu…
Yang menawan itu karena bersih hati dan fikirannya;

Siapa tahu…
Yang ceria itu karena cerdas fikirannya & senantiasa mengingat Allah…

Siapa tahu..
Yang sering ikut kajian/ta’lim itu karena merasa masih kurang ilmu…

Siapa tahu..
Yg sering share dakwah dan tausiyah karena merasa ingin bersama2 dengan saudara2 dan teman2nya untuk selalu berada di jalan Allah…

Sahabat…

Mari…
Hilangkan fikiran negatif….
Kembangkan energi positif…
Biasakan berfikir positif..
Berikan seribu alasan kebaikan kepada sahabat..
Agar hidup ini lebih inspiratif….

Semoga Bermanfaat.
***

Tetap tersenyum dan tetap SEMANGAT memperbaiki hati, juga hidup yang lebih baik lagi.

993 x Saling Silang :
Google+ | Facebook | Twitter | in | Digg | Technorati | Stumbleupon | Delicious | Reddit | Google
2 Responses to Tidak Suka Jokowi Bukan Berarti Tidak Suka Baca Buku Tentangnya
  1. Jarwadi MJ says:

    waini, masih panjangan saya, hahaha

    tapi menurut saya blogpost ideal itu bukan yang panjang2 sih mas, hehe

  2. Banyak yg ga suka ya, padahal Jokowi kan orang hebat *langsung dikeroyok hatersnya nih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*