Home » Berita » Jokowi Kampanye di Kupang, Bae.. Bae Sa Koh?

jokowi kampanye kupang

SALING SILANG – Puluhan ribu masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti kampanye calon Presiden nomor urut 01 Jokowi yang digelar di Lapangan Sitarda, Lasiana, Kupang, NTT, Senin (8/4/2019) sekitar pukul 11.30 Wita.

Mereka bahkan sudah memenuhi lapangan meski Jokowi bersama rombongannya belum tiba di lokasi kampanye.

Para pendukung dan relawan yang hadir berasal baik dari luar Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara dan Timor Tengah Selatan.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Ketua TKD NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena diperkirakan, 30 ribu warga dari daratan Pulau Timor menghadiri acara di Lapangan Sitarda.

“Apa kabar, bae-bae sa ko?” tanya Jokowi saat memulai orasinya sekaligus memulai menyapa pendukungnya yang disambut teriakan histeria pendukungnya.

Dalam kunjungan itu, mantan gubernur DKI Jakarta itu didampingi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma`ruf Amin, Erick Tohir, Ketua Harian Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Moeldoko, dan Ketua TKD NTT, serta sejumlah anggota TKN.

Menurut Moeldoko, wilayah timur Indonesia memiliki posisi yang khusus dalam program-program Jokowi.

“Kampanye di Kupang sangat penting karena Pak Jokowi ingin menyapa masyarakat Indonesia Timur,” kata Moeldoko dalam siaran pers TKN.

Moeldoko menjelaskan, Jokowi sangat berkomitmen untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan di wilayah timur Indonesia.

Selama masa kampanye, Jokowi telah menyapa sejumlah kawasan Indonesia timur antara lain Makassar, Gorontalo, Sentani, Papua juga Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Dalam 4,5 tahun kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, pemerintah gencar membangun infrastruktur di Indonesia timur seperti waduk, jalan hingga listrik.

Untuk wilayah NTT, pemerintah sudah membangun 7 waduk karena masalah terbesar di kawasan adalah pasokan air.
 
Norben Syukur

tags: , ,
Bukan SalingSilang.com
Jokowi “Tidak Ada Toleransi” untuk Perusuh Negara, Kapolri harus Memwujudkannya

Jokowi “Tidak Ada Toleransi” untuk Perusuh Negara, Kapolri harus Memwujudkannya

Salingsilang.net-Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan segenap pimpinan Badan Pemenangan Nasional (BPN) dalam Koalisi Adil Makmur, harus dimintai pertanggungjawaban secara pidana, atas seluruh kerugian yang ditimbulkan akibat aksi pengrusakan dan gangguan keamanan yang terjadi sejak tanggal 20, 21 dan 22 Mai 2019 dstnya. Karena
Menteri Pariwisata Mengeksekusi Kehendak Publik NTT

Menteri Pariwisata Mengeksekusi Kehendak Publik NTT

Salingsilang.net-Setelah Kementerian Pariwisata mendengarkan suara publik NTT untuk menarik Shana Fatina dari BOP Labuan Bajo alias menonaktifkan secara permanen dari bumi Labuan Bajo Flores. Pihak Kementerian Pariwisata diharapkan sebelum menempatkan siapa sebagai pengganti Shana Fatina, perlu mendengarkan terlebih dahulu suara dari publik NTT,
Sukardiman: Kualitas Dosen Menentukan Mutu Kampus

Sukardiman: Kualitas Dosen Menentukan Mutu Kampus

SALINGSILANG.NET – Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti mendorong penigkatan kualitas dosen yang mengabdi pada kampus yang telah berdiri sejak 1970 ini. Salah satu usaha untuk meingkatkan kualitas tersebut, ITL Trisakti menyelenggarakan seminar dengan Sekretaris Lembaga Layanan Direktorat Pendidikan Tinggi atau LLDIKTI, Wilayah
E-Commerce Dilaporkan ke Bareskrim Karena Menjual Kaos Berlambang Palu Arit

E-Commerce Dilaporkan ke Bareskrim Karena Menjual Kaos Berlambang Palu Arit

Jual Kaos Berlambang Palu Arit, Pemain E-Commerce Dilaporkan ke Bareskrim SALINGSILANG – Salah satu pemain e-commerce telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dengan nomor laporan LP/B/0081/I/2019/Bareskrim ter tanggal 18 Januari 2019. Penasihat hukum pelapor, Boyamin
Paus Fransiskus Mendoakan Korban Bom di Surabaya

Paus Fransiskus Mendoakan Korban Bom di Surabaya

Pengeboman yang terjadi di Surabaya menjadi perhatian dunia. Pemimpin Vatikan Paus Fransiskus mendoakan agar kekerasan yang terjadi segera berakhir. Paus Fransiskus meyakinkan orang-orang Indonesia dan khususnya orang-orang Kristen di Surabaya bahwa ia ‘sangat dekat’ dengan mereka. Pernyataan itu disampaikan Paus menyusul serangan mematikan