Ad Widget

Majukan Kampus, ITL Trisakti Perkuat Kolaborasi dengan Alumni

Ad Widget
Rektor ITL Trisakti, Tjuk Sukardiman


Salingsilang.ne
t-Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti memperkuat kolaborasi dengan 17 ribu alumni yang sudah bekerja di berbagai level dan jenis profesi, dalam dan luar negeri. Oleh kampus, alumni diharapkan bisa membantu memperluas jaringan dan memberi akses lulusan terbaru untuk terjun ke dunia industri.

Menurut Rektor ITL Trisakti, Tjuk Sukardiman, menjaga dan memperkuat kolaborasi dengan alumni menjadi kebutuhan kampus di tengah ketatnya persaingan di dunia industri.

Dengan jumlah alumni yang secara kuantitatif sangat banyak, dan secara kualitatif menguasai beragam kegiatan, profesi dan pekerjaan, memiliki posisi penting di berbagai perusahaan dalam dan luar negeri, lulusan baru ITL Trisakti nantinya diharapkan bisa dibantu diberi akses memasuki dunia kerja.

“Keberadan alumi yang sangat besar ini, jika diorganisir dengan baik akan membentuk jaringan sosial yang sangat besar dan kuat. Lalu tinggal memanage supaya memberikan manfaat, misalnya membantu civitas akademika untuk mendapatkan peluang, jalan dan kesempatan masuk dan bersaing di dunia industri, khususnya transportasi dan logistik,” ungkap Tjuk di ruang kerjanya usai pertemuan dengan alumni ITL Trisakti di Jakarta Timur, Sabtu (6/7).

Mantan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan itu menjelaskan kolaborasi dengan alumni bisa difokuskan pada usaha pencapaian tiga tujuan yaitu terkait akademik, profesionalisme dan sosial.

Di bidang akademik, jelas Tjuk, peran organisasi alumni dapat diwujudkan dengan membantu civitas akademika untuk mendapatkan peluang bagi pengembangan akademik misalnya mencarikan sumber daya untuk mendapatkan dana riset terkait perkembangan transportasi dan logistik, memfasilitasi dialog, seminar dan diskusi ilmiah, memberi akses kerja sama perguruan tinggi dengan pemerintah, swasta atau lembaga-lembaga internasional.

Apalagi saat ini, katanya, ITL Trisakti sudah berkolaborasi dengan dunia industri dalam negeri, Asia, Amerika dan beberapa negara Eropa.

Di bidang profesionalisme, lanjut Tjuk, alumni atau organisasinya dapat memfasilitasi lulusan baru untuk mendapatkan kesempatan bekerja, pengembangan profesi, peluang bersaing di dunia industri. Apalagi industri transportasi dan logistik dalam negeri saat ini tengah berkembang dan oleh pemerintahan Joko Widodo, ITL Trisakti sudah dijadikan role model dan dipercaya sebagai pusat kajian pengembangan trasnportasi dan logistik, tambahnya.

Lalu di bidang sosial, alumni ITL Trisakti diharapkan dapat membagikan pengetahuannya untuk secara maksimal membuat terobosan-terobosan baru dalam pengembangan industri transportasi dan logistik, membuat Indonesia dapat berdiri sejajar dengan negara-negara besar lainnya yang sudah sangat maju. Persaingan global dalam dunia industri saat ini tengah memuncak, dan ITL Trisakti diharapkan dapat menyumbangkan sesuatu kepada negara untuk tidak tertinggal dari negara maju lainnya, paparnya.

Sementara dari pihak kampus, Rektor lulusan Public Policy Universitas Indonesia mengungkapkan ITL Trisakti akan mulai menerapkan sistem pembelajaran multy entry multy exit system (MEMES) untuk mengakomodir alumni yang mau melanjutkan pendidikan di ITL Trisakti.

Pemerintah sendiri telah mendorong dunia pendidikan untuk menelurkan program pendidikan vokasi di lembaga masing-masing melalui Permenristekdikti No. 54 tahun 2018. Pada aturan tersebut di pasal 3 disebutkan di antaranya, Pendidikan Vokasi dapat diselenggarakan perguruan tinggi dalam system terbuka dengan fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian pendidikan.

Tjuk menjelaskan, melalui aturan ini, mahasiswa program vokasi bisa masuk ke kampus selama 1-2 tahun lalu keluar sejenak untuk bekerja.

“Saat dia keluar sementara itu mahasiswa bersangkutan berhak atas gelar Diploma 1, 2 sesuai lama tahun belajarnya yang kemudian bisa dipakainya untuk melamar bekerja. Selanjutnya jika mahasiswa tersebut berniat melanjutkan kembali pendidikannya maka perguruan tinggi bisa menerima kembali mahasiswa tersebut dan bahkan mengompensasikan masa kerjanya tersebut dengan SKS sesuai bidang keilmuannya,” papar Tjuk.

Lebih lanjut, Tjuk menegaskan, secara kurikulum ITL Trisakti sejak awal memang diarahkan agar bisa mencetak lulusan yang secara sumber daya manusia mampu bersaing di kancah global. Salah satunya dengan acuan pengembangan kurikulum berbasis Science, Technology, Engineering dan Mathematics (STEM).

Pendidikan berbasis STEM membentuk SDM yang mampu bernalar dan berpikir kritis, logis, dan sistematis. Aspek-aspek STEM membantu mengasah kemampuan mahasiswa memahami isu yang lebih kompleks dan pencarian solusi yang kreatif.

Tjuk yakin lulusan ITL Trisakti, sebagaimana terbukti dengan kualitas dan prestasi alumninya yang dipercara negara memegang posisi penting di berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dapat memberi sumbangan besar bagi Indonesia untuk bersaing dan menjadi role model perkembangan industri transportasi dan logistik di Asia dan dunia.

AN

ss

SalingSilangNET

Related Posts

Ad Widget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *